Wilmar Siap Tanamkan US$ 2 Miliar di Indonesia

Wilmar Siap Tanamkan US$ 2 Miliar di Indonesia

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2010 11:06 WIB
Wilmar Siap Tanamkan US$ 2 Miliar di Indonesia
Jakarta - Perusahaan agribisnis, Wilmar International Ltd telah menyampaikan minat investasinya sebesar US$ 2 miliar ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Minat investasi itu tidak hanya di lini CPO, tapi juga pertanian seperti yang ada di Merauke.

Demikian disampaikan Kepala (BKPM) Gita Wirjawan saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/6/2010).

"Iya dia (Wilmar Ltd) kan mau invest US$ 2 miliar. Mereka kan untuk beberapa kepulauan, Sumatera, Kalimantan dan sebagainya. O iya, kan mereka juga kemarin melirik yang Merauke untuk investasi di pertanian, itu salah satu pertimbangannya," jelasnya .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gita menilai rencana investasi tersebut wajar saja mengingat potensi Indonesia cukup baik. Apalagi untuk proyek di Merauke membutuhkan pembiayaan sebesar US$ 10 miliar untuk infrastruktur. Saat ini, lanjutnya, perusahaan Wilmar Ltd memiliki uang tunai yang banyak.

"Mereka kan cash rich, cash-nya lagi banyak sekali," tandasnya.

Mengenai investasi tersebut, Gita menyatakan pihaknya masih melakukan pembahasan dengan pihak Wilmar Ltd sehingga investasi tersebut diharapkan bisa masuk tahun ini.

"Tahun ini, ini lagi ada pembahasan bagi mereka," ujarnya.

Sebelumnya, kelompok usaha milik Martua Sitorus ini kini tengah mempersiapkan pembukaan pembukaan perkebunan tebu lengkap dengan pabrik gula di Papua. Komisaris Wilmar Nabati, MP Tumanggor mengatakan pihaknya memperkirakan investasi yang harus disiapkan perusahaannya berkisar US$ 2 miliar.

Bukan hanya menyangkut persiapan lahan, namun perhitungan infrstruktur di Papua yang belum memadai membuat Wilmar belum bisa memastikan kapan rencana tersebut akan terealisasi.

"Kami perlu waktu setidaknya enam bulan ke depan untuk melakukan studi kelayakan, jadi kepastian soal rencana tersebut kemungkinan akan kami umumkan tahun depan," ujarnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads