"Pak pakai Bally yah?," tanya wartawan.
"Mana Bally?," ucap Hidayat mengelak sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal heboh peningkatan penggunaan produk lokal sempat mencuat pada era Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sangat rajin mengkampanyekan penggunaan produk lokal.
Sayangnya kampanye-kampanye semacam ini akhirnya akan gagal seperti program-program masa lalu jika pada prakteknya khususnya pada masalah yang kecil-kecil justru masih nihil.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu mengaku sudah memakai seluruh produk dalam negeri, kecuali untuk sepatu. Mari mengaku kakinya masih lecet kalau pakai sepatu buatan lokal sehingga pakai produk sepatu impor.
"Bisa dicek, seluruh barang saya produk dalam negeri. Tapi untuk sepatu saya belum menemukan yang pas, nanti lecet. Kalau tas pakaian sudah semua. Ini menjadi kebanggaan," jelas Mari beberapa waktu lalu.
Sekedar mengingatkan, dua pejabat ini memiliki program atau kampanye khusus terkait penggunaan produk dalam negeri. MS Hidayat kerap dengan kampanye peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sementara Mari bangga dengan kampaye Aku Cinta 100% Indonesia-nya.
(hen/dnl)











































