Pengusaha Merasa Diperlakukan Tak Adil

TDL Naik 10%

Pengusaha Merasa Diperlakukan Tak Adil

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2010 14:33 WIB
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merasa diperlakukan tidak adil dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 10% yang mulai berlaku 1 Juli 2010. Seharusnya, industri yang paling besar menggunakan listrik justru diberi potongan harga.

"Kita yang belanja listriknya besar, ya bayarnya harus lebih murah. Di negara lain kan seperti itu, lho di sini kan enggak," kata Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (23/6/2010).

Ia mengatakan, dampak kenaikan TDL sebanyak 10% di bulan depan akan sangat terasa oleh industri dalam negeri. Pasalnya, listrik mengambil porsi sebanyak 20% dari total biaya produksi rata-rata industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bisa dibayangkan kalau naiknya 10%, otomatis nanti jadinya 22%. Jadi bukannya kami nggak setuju. Tapi kalau terus-terusan industrinya digencet terus-terusan kan bahaya," katanya

Menurut Hariyadi, selama ini banyak konsumen listrik rumah tangga yang membayar listrik dengan murah dam disubsidi pemerintah padahal sebetulnya masuk dalam kategori pelanggan yang mampu membayar lebih tinggi.

"Misalnya listrik cuma bayar Rp 50.000 per bulan tapi beli pulsa bisa lebih dari Rp 70.000. Kan enggak fair, yang digebukin terus itu kan industri. Suruh bayar lebih mahal," tambahnya.

Mengenai hal ini, pihaknya sudah melakukan beberapa pertemuan dengan Kementerian Energi Sumber daya dan Mineral (ESDM). Pertemuan dilakukan seiring dengan rencana penghapusan tarif multiguna dayamax dan tarif business to business bagi industri.

"Nah, ini akan kita lihat jatuhnya jadi berapa. Formulanya masih belum kita dapat," ujarnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads