Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/6/2010) malam.
"BUMN kita semakin mantap 100% kepemilikan saham untuk Indonesia. Antam sendiri akan maju," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Danareksa mengajukan diri untuk pembiayaan, PPA juga mengajukan diri. Nah, apakah nanti konsorsium atau satu saja, nanti kita lihat," ujarnya.
Mustafa menambahkan, selain pembiayaan dari kedua BUMN itu, pemerintah juga sedang mengkaji pembiayaan dari BUMN Fund yang sebentar lagi akan dibentuk.
Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton pertahun. Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13 persen saham di
perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87 persen dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
(ang/qom)











































