Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (25/6/2010).
"Sudah disepakati komposisi saham 45 persen Indonesia dan 55 untuk POSCO," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komposisi pengurus sudah ada kesepakatan dan sudah ada titik temu tinggal, nunggu joint agreement. Pembangunannya diperkirakan akhir bulan juli," tambahnya.
Menurut Mustafa, nilai investasi perusahaan patungan itu diperkirakan lebih dari US$ 500 juta tapi tidak melebihi US$ 1 miliar. Angka pastinya masih dihitung oleh kedua perusahaan.
Kedua perusahaan juga telah sepakat menetapkan harga tanah per meter senilai US$ 72-74. Awalnya, KS menginginkan harga tanah US$ 80 per meter sementara Posco menginginkan agar bisa ditekan menjadi US $65 per meter.
(ang/qom)











































