"Jadi, KTT G20 ini, tetap saya anggap penting," kata Presiden SBY dalam jumpa pers terkait KTT G20 di atas pesawat Airbus A330-300 dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Toronto, Kanada, Jumat (25/6/2010). SBY melawat ke Kanada untuk menghadiri KTT G20.
SBY menegaskan ada hukum-hukum ekonomi yang tidak satu pun apakah lembaga internasional atau negara nasional, bisa mengelola perekonomian global. "Sama pada tingkat nasional. Jangan dikira pemerintah bisa mengelola, mendisiplinkan, mengatur gerak perekonomian negara itu," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, lanjut SBY, selalu ada gunanya negara-negara G20 bertemu saling menyampaikan pandangan dan posisinya. "Ada semacam koordinasi ketimbang tidak ada forum itu," kata SBY.
"Bayangkan jika perekonomian dunia kembali hanya seolah-olah dipikirkan G8 plus. Saya kira akan jauh dari harapan kita. Demkian juga kalau hanya ditangani IMF, World Bank termasuk WTO, saya kira akan banyak ketimpangan-ketimpangan," imbuh SBY.
SBY juga tidak sependapat dengan anggapan bahwa tidak ada hasil kongkret KTT G20. "Sebenarnya jika dikatakan tidak ada yang kongkret, tidak benar. Banyak karena policy coordination, berapa banyak besaran stimulus yang dikeluarkan. IMF, World Bank juga sudah berperan lagi. Juga tidak ada proteksionisme baru," kata dia.
Dengan adanya forum KTT G20, masing-masing negara diharapkan tidak akan menambah beban dan tidak menimbulkan krisis baru, sebagaimana kekhawatiran di Eropa. "Jadi, Indonesia akan tetap berkomitmen dan berdiplomasi," tegas SBY.
SBY mengaku tidak mudah membangun agreement dan konsensus di forum G20. "Tapi, forum ini jauh lebih baik dibanding forum lainnya yang kurang representatif," jelas SBY.
Mengenai apa yang akan dibawa Indonesia dalam KTT G20, SBY mengatakan Indonesia dan negara-negara lainnya akan bertekad menyelamatkan perekonomian dunia. Selain itu, kata SBY, Indonesia juga akan membawa kepentingan negara-negara berkembang, seperti jaring pengaman bila terjadi krisis dan pembiayaan penanganan climate change.
"Dunia harus ikut memikirkan biaya penanganan climate change," pinta SBY.
Indonesia juga akan mendorong perdagangan bebas dan komitmen Doha Around. "Dalam hal ini, Indonesia yang memiliki banyak produk-produk pertanian akan mendapatkan benefit," terang SBY.
Dalam menghadiri KTT G20 di Toronto, SBY didampingi sejumlah menteri, anggota DPR, dan sejumlah rektor. Dalam rombongan ini, tampak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Mari Elka Pangestu, Menperin MS Hidayat, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.
(asy/dnl)











































