Kampanye tersebut dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia dengan menggelar orasi dan membagi-bagikan 1000 pohon cemara dan pucuk merah kepada para pengguna jalan yang lewat.
Ketua Umum DPP Hiswana Migas Eri Purnomo Hadi mengatakan kampanye simpatik penghematan penggunaan BBM bersubsidi (Premium) bertujuan khusus untuk mendorong masyarakat menggunakan BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menjelaskan, BBM subsidi sudah waktunya tidak diperuntukan bagi semua pengguna. BBM subsidi, lanjut Eri, hanya diperuntukan bagi mereka yang dianggap memang perlu disubsidi.
"Walaupun parameter yang dipakai mengukur kelayakan penerima subsidi memang belum jelas diatur, tetapi dapat dirasakan secara individu bahwa layak atau tidak seseorang mendapatkan subsidi dari pemerintah," paparnya.
Menurutnya, kampanye ini hanya sebagian saja dari usaha untuk menggugah masyarakat umum yang sudah layak menggunakan BBM Non Subsidi. Diharapkan usaha ini bisa bergema keseluruh penjuru tanah air bahwa secara bertahap BBM bersubsidi akan tidak ada dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang layak saja.
Menurut data dari UU No 2 Tahun 2010, Tahun ini subsidi BBM, BBN dan LPG sebesar Rp 88,89 triliun. Kalau dapat dihemat, menurut Eri sampai akhir tahun anggaran selesai maka beban pemerintah akan sesuai dengan kalkulasinya dan Pertamina pemegang PSO juga tidak akan mengalami kerepotan.
Kampanye ini dilakukan secara serentak di 10 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Balikpapan dan Makasar. Kampanye simpatik ini juga dihadiri oleh Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, Anggota DPR RI dan pejabat Petamina.
(dru/qom)











































