Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan selain karena alasan mesin, penggunaan BBM bersubsidi akan membantu negara meringankan dan menyukseskan program pengentasan kemiskinan.
"Kita mengimbau agar pemilik kendaraan tahun 2007 ke atas menggunakan BBM non subsidi. Karena BBM non subsidi memiliki kandungan oktan yang lebih tinggi sehingga mesin menjadi awet," ujar Djaelani di sela-sela kampanye Gerakan Cinta BBM Non subsidi di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (26/06/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djaelani menambahkan, selain memiliki kandungan oktan yang tinggi keuntungan menggunakan BBM bersubsidi akan membuat mesin tidak cepat rusak dan menggelitik.
Ia menyampaikan, bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia dari tahun ke tahun berdampak pada permintaan bahan bakar dalam negeri.
"Berdasarkan data pihak kepolisian, jumlah kendaraan di Indonesia mencapai 65,2 juta dengan rata-rata pertumbuhan 9% per tahun. Diperkirakan jumlahnya pada tahun 2010 mencapai 77 juta lebih," paparnya.
Maka dari itu, lanjut Djaelani, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat yang mampu untuk sama-sama membantu meringankan beban negara dengan mengurangi pemakaian BBM subsidi.
Di tempat yang sama, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan bagi pemilik kendaraan mewah atau sedan yang mempunyai kapasitas mesin di atas 2.000 cc mengkonsumsi BBM merupakan tindakan terpuji.
"Sudah membantu pemerintah meringankan beban subsidi BBM yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat atau usaha kecil agar dapat berbagi kesejahteraan," tambahnya.
(dru/dnl)











































