Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saking belum paham cara menggunakan kompor gas, bahkan ada warga yang mencoba menggunakan selang air untuk selang menyalurkan gas dari tabung elpiji 3 kg ke dalam kompor.
"Kadang-kadang selang air pun dipakai. Makanya kita dorong terus Pertamina lakukan perbaikan. Sosialisasi juga kita harapkan lebih ditingkatkan. Karena kelihatannya banyak masyarakat pemakai yang belum siap," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal-hal begini yang harus kita beri penyuluhan dengan baik ke masyarakat. Menristek juga akan beri cara-cara dan teknologi yang lebih praktis yang mudah dipahami oleh masyarakat," jelasnya.
Mustafa juga menyambut baik dukungan Polisi terhadap maraknya tabung elpiji 3 kg yang meledak. Hal ini dinilai sangat membantu Pertamina dalam melakukan pengawasan dan pengecekan.
"Karena di lapangan banyak terdapat tabung yang palsu tapi ada cap SNI, ini kan merusak. Oleh karenanya, polisi dan Pertamina akan ditingkatkan pengawasannya," ujarnya.
Sebelumnya, menyusul maraknya kasus ledakan tabung elpiji 3 kg, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membuat program pengetatan peredaran tabung elpiji 3 kg dari mulai pengisiannya sampai diedarkan ke masyarakat.
Terdapat 3 program yang akan ditingkatkan pemerintah terkait pengawasan tabung elpiji 3 kg ini. Program tersebut adalah:
- Terkait sinkronisasi dan pengendaliannya. Mengkaji dan melihat apa saja yang kurang dan perlu ditingkatkan dari penggunaan gas elpiji 3 kg
- Bagaimana meningkatkan sosialisasi penggunaan gas elpiji 3 kg kepada masyarakat
- Optimalisasi pengawasan dalam penggunaan gas elpiji 3 kg
(ang/dnl)










































