Berdasarkan data DJBC yang dikutip detikFinance, Senin (28/6/2010), untuk bea masuk, realisasi penerimaan telah mencapai Rp 8,977 triliun. Jumlah ini melebihi Rp 1,739 triliun atau 24,02% dari target yang sejumlah Rp 7,238 triliun. Target dalam APBN-P untuk bea masuk sebesar Rp 15,106 triliun.
Begitupun dengan penerimaan cukai yang melebihi target sebesar Rp 2,372 atau surplus 8,35% dari target penerimaan Rp 28,398 triliun. Realisasi tersebut mencapai Rp30,770 triliun. Dalam APBN-P, target penerimaan cukai sebesar Rp 59,265 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memuji penerimaan negara dari bea cukai yang telah melebihi target. Hal ini berbeda dengan penerimaan negara dari pajak.
"Kita juga mendiskusikan agar penerimaan negara dari pajak harus baik. Selama ini penerimaan sudah cukup baik. Tapi yang mencolok penerimaan anggaran di bea cukai yang lebih tinggi dari budget. Kalau pajak kurang lebih sama kayak budget," ujar Agus Marto saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Senin (21/6/2010) lalu.
(nia/qom)











































