"Kita inginnya harganya sama dengan harga 2009," ujar Bupati Sumbawa Barat, Zulkifli Muhadli usai menghadiri forum diskusi Konsorsium pemerintah daerah penghasil Mineral, Batubara dan Panas Bumi seluruh Indonesia di Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (28/6/2010).
Zulkifli menilai harga nilai 7% saham divestasi Newmont senilai US$ 444,07 juta yang ditawarkan PT NNT kepada pemerintah terlalu mahal, meskipun fase 6 dan 7 sudah dimasukkan dalam perhitungan aset PT NNT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keragu-raguan PT Bumi Resources Tbk untuk membeli sisa 7% saham divestasi PT NNT, Zulkifli optimistis rekanannya dalam konsorsium PT Multi Daerah Bersaing (MDB) tersebut akan tetap mendanai Pemda untuk merampungkan 31% saham divestasi tersebut.
"Tapi memang kalau terlalu mahal, tidak ada orang yang mau beli. Tidak hanya Bumi saja yang begitu. Saya tidak yakin Bumi keberatan untuk membelinya kalau harganya cocok," jelasnya.
Setelah memiliki 24% saham Newmont, Multicapital dan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing mulai tahun ini akan mendapatkan dividen minimal US$ 4 juta.
"Dividen ini dibayarkan di depan, ini jaminan pendapatan asli daerah (PAD) bisa ditambah dengan ada dividen ini," ungkapnya. Seperti diketahui, hasil keputusan arbitrase telah menyebutkan Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan 31% sahamnya kepada pemerintah Indonesia.
Adapun 31% saham tersebut terdiri dari 3% saham divestasi jatah divestasi tahun 2006, 7% saham tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010.
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya Multicapital dan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah menguasai 24% saham Newmont.
Beberapa waktu lalu, PT NNT telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi 2010 senilai US$ 444.079.808 kepada pemerintah Indonesia. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (US$ 197,279 juta) jika dibandingkan nilai 7% saham divestasi Newmont tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.
(epi/dnl)











































