PLN Siap Jual Listrik ke Malaysia di 2014

PLN Siap Jual Listrik ke Malaysia di 2014

- detikFinance
Senin, 28 Jun 2010 17:02 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) baru siap mengekspor listrik ke Malaysia pada tahun 2014. Karena saat ini perseroan masih fokus menyelesaikan masalah pemadaman bergilir di tanah air.

"Kalau pada tahun 2014 kami baru siap, karena sekarang ini kami selesaikan masalah pemadaman bergilir dulu," jelas Direktur Utama PLN Dahlan Iskan saat dihubungi detikFinance, Senin (28/6/2010).

Menurut dia, mulai tahun 2014 pasokan listrik di wilayah Sumatera sudah mencukupi seiring dengan mulai beroperasinya beberapa proyek pembangkit di pulau tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, lanjut Dahlan, saat ini BUMN listrik tersebut tengah membuka tender 5 PLTU Mulut Tambang dengan total kapasitas 2.000 Megawatt (MW) yang akan dibangun kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) di Sumatera.

Kelima pembangkit tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2013 sehingga akan ada kelebihan pasokan sebesar 500 MW di pulau Sumatera.

"Bahkan, kalau memang benar Malaysia mau beli listrik dari sini, berapa kebutuhannya maka kami akan menambah kapasitas PLTU Mulut Tambang yang akan ditenderkan sesuai kebutuhan itu," paparnya.

Dahlan mengakui, transaksi jual beli listrik antara negara memang dimungkinkan dalam UU nomor 30/2009 tentang Ketenagalistrikan. Lagipula, saat ini transaksi ekspor-impor listrik Indonesia dengan negeri jiran tersebut sudah terjadi.

Ia mencontohkan, WNI yang tinggal di beberapa kampung di wilayah perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia, saat ini telah mendapatkan pasokan listrik dari Malaysia sekitar 1 MW.

"Harga beli listriknya lebih murah daripada kita bangun sendiri. soalnya kalau bangun pembangkit sendiri tidak masuk akal karena kebutuhannya sangat kecil tidak sampai 1 MW," ungkapnya. 
 
Sebelumnya, pemerintah Malaysia berniat untuk mengimpor listrik dari Indonesia melalui kerjasama pembangunan pembangkit listrik di Sumatera. Ini dilakukan karena Malaysia masih membutuhkan sumber energi yang besar.

Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Haji Muhyidin Mohd Yassin ketika menemui Wapres Boediono di antor Wapres, Jakarta, Senin (28/6/2010).

"Tadi didiskusikan apa mungkin membangun pembangkit di Sumatera, kemudian listriknya sebagian diekspor ke Malaysia, nah kayak begitu. Itu kerja sama yang lebih erat kerja sama di bidang energi. Tapi tidak bicara proyek per proyek, tapi lebih pada policy-nya," jelas Jubir Wapres Yopie Hidayat.

(epi/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads