"Sementara untuk rata-rata produksi gas bumi sepanjang tahun ini mencapai 8.827 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD)," kata Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono dalam pesan singkatnya, Selasa (29/6/2010).
Berdasarkan catatan detikFinance, rata-rata produksi minyak nasional memang terus merangkak naik. Hingga akhir maret, rata-rata produksi minyak nasional baru mencapai 953.000 bph, namun pada bulan berikutnya naik sebesar sudah berada di level 956.000 bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Priyono, kenaikan produksi tersebut salah satunya didorong oleh pencabutan rencana pembatasan cost recovery dalam APBN-P 2010.
"Karena cost recovery tidak dibatasi jadi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lebih bersemangat melaksanakan kegiatan produksi," jelas Priyono.
Faktor-faktor lain yang mendorongnya yaitu percepatan proses persetujuan work program and budget (WP&B), authorization for expenditure (AFE) dan plan of development (PoD). Kini proses WP&B hanya memakan waktu 25 hari kerja, PoD 31 hari kerja dan AFE diperkirakan 23-48 hari kerja.
Selain itu, BP Migas juga mendorong kontraktor melakukan infill drilling pada sumur-sumur produksi dan pemeliharaan peralatan bagi fasilitas-fasilitas produksi yang sudah tua untuk mengurangi unplanned shutdown peralatan penunjang produksi.
Meskipun rata-rata produksi minyak secara nasional terus mengalami peningkatan, namun sayangnya, hingga kini target produksi minyak yang dipatok di APBN-P 2010 sebesar 965.000 bph masih belum tercapai.
Sementara untuk rata-rata produksi gas secara nasional mencapai 8.827 MMSCFD atau telah melampaui target yang ditetapkan dalam APBN-P 2010 sebesar 7.758 MMSCFD.
(epi/dro)











































