TDL Naik, Pendapatan PLN Bertambah Rp 160 Miliar

TDL Naik, Pendapatan PLN Bertambah Rp 160 Miliar

- detikFinance
Selasa, 29 Jun 2010 13:39 WIB
Jakarta - Pendapatan bersih PT PLN (Persero) diperkirakan akan bertambah sekitar Rp 160 miliar dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10% mulai 1 Juli mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, dengan skema kenaikan TDL 2010 yang telah ditetapkan, tambahan pendapatan yang diperoleh BUMN listrik tersebut sebesar Rp 10,06 triliun sepanjang tahun atau sekitar 5,03 triliun dalam satu semester (enam bulan). Tambahan pendapatan itu diperoleh dengan target penjualan listrik sekitar 144,52 TWh per tahun.

"Namun mengingat masih terdapat defisit subsidi Rp 4,87 triliun maka tambahan pendapatan bersih PLN dari kenaikan TDL 2010 diperkirakan hanya sebesar Rp 160 miliar," ujar Pri Agung dalam diskusi mengenai kenaikan TDL di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (29/6/2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menilai kenaikan TDL  per 1 Juli mendatang juga tidak akan  akan menjamin persoalan pemadaman bergilir yang masih menghantui sejumlah wilayah di Indonesia pada saat ini.

Potensi tambahan pendapatan itu hanya akan habis untuk mengkompensasi peningkatan biaya produksi listrik akibat perubahan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dari US$ 65 per barel menjadi US$ 10 per barel, perubahan margin PLN dari 5% menjadi 8% dan carry over subsidi listrik 2009.

"Masyarakat perlu tahu kenaikan TDL sekarang tak akan berdampak pada perbaikan kondisi ketenagalistrikan nasional tetapi hanya berkaitan dengan alokasi anggaran subsidi listrik di APBN. Jadi nanti jangan terlalu kaget kalau ada pemadaman bergilir," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah dan Komisi VII DPR sepakat untuk menaikkan TDL, kecuali untuk pelanggan golongan 450-900 Volt Ampere (VA) mulai 1 Juli mendatang.

Adapun skema kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 10% per 1 juli yang sudah disepakati pemerintah dan DPR yaitu:

  • Pelanggan 450 VA – 900 VA  tidak mengalami kenaikan
  • Pelanggan 6600 VA ke atas golongan rumah tangga, bisnis, dan pemerintah, dengan batas hemat 30 persen tidak naik karena tarif listriknya sudah mencapai keekonomian.
  • Pelanggan Sosial dinaikkan sebesar 10%
  • Pelanggan Rumah Tangga lainnya dinaikkan sebesar 18%
  • Pelanggan Bisnis naik sebesar 12% hingga 16%
  • Pelanggan Industri lainnya sebesar 6%-15%
  • Pelanggan Pemerintah lainnya sebesar 15%-18%
  • Pelanggan Traksi (untuk keperluan KRL) naik sebesar 9%
  • Pelanggan Curah (untuk apartemen) naik 15%
  • Pelanggan Multiguna (untuk pesta, layanan khusus) naik 20%
Berikut rincian kenaikan tersebut:
Rumah tangga

  • 1.300 VA  Rp 672/kwh jadi Rp 793/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 24.000
  • 2.200 VA Rp 675/kwh jadi Rp 797/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 43.000
  • 3.500 s/d 5.500 VA Rp 755/kwh jadi Rp 891/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan per bulan Rp 87.000
Bisnis

  • 1.300 VA Rp 685/kwh jadi Rp 795/kwh, naik 16 percent dengan estimasi tambahan rekening per bulan  Rp 22.000
  • 2.200 VA-5.500 VA. Rp 782/kwh jadi Rp 907/kwh, naik 16 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan  Rp 38.000
  • >200 kilo VA (KVA)  Rp 811/kwh jadi Rp 908/kwh, naik 12 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 20.653.000 per bulan.
Industri

  • 1.300 VA Rp 724/kwh jadi Rp 767/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 8.000
  • 2.200  VA Rp 746/kwh jadi Rp 790/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 12.000
  • 2.200 VA - 14 kVA Rp 840/kwh jadi Rp 916/kwh, naik 9 persen, dengan  estimasi tambahan rekening per bulan Rp 66.000
  • >14 kVA - 200 kVA Rp 805/kwh jadi Rp 878/kwh, naik 9 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 822.000
  • >200 kva. Rp 641/kwh jadi Rp 737, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 30.227.000
  • >30.000 kVA Rp 529/kwh jadi Rp 608/kwh, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 1.315.696.000 per bulan.
 

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads