Hal ini disampaikan Presiden SBY saat menjadi pembicara dalam Forum Bisnis Indonesia-Turki yang digelar di ballroom Hotel Conrad, Istanbul, Turki, Rabu (30/6/2010). Acara ini digelar oleh Tuskon Group dan BKPM.
"Dengan alasan-alasan itu, saya optimistis bahwa Indonesia dan Turki dapat mencapai target US$ 5 miliar seperti yang sudah saya tetapkan bersama Presiden Turki Abdullah Gul kemarin," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data lain yang disebutkan SBY adalah kombinasi GDP pada daya konsumsi paritas kedua negara yang bisa mencapai US$ 1,8 triliun. "Ini berarti sangat-sangat banyak kebab," kata SBY bercanda yang mendapat tepuk tangan peserta forum.
Presiden SBY mengundang para pengusaha Turki untuk berinvestasi di Indonesia. "Indonesia menawarkan banyak area yang menjanjikan untuk investasi Anda," kata SBY berpromosi.
SBY menyebut sejumlah bidang yang bisa menjadi peluang bagi investasi pengusaha Turki. Antara lain sektor transportasi, seperti pelabuhan laut, rel kereta api, bandara, dan jalan tol.
"Presiden Gul mengatakan kepada saya bahwa perusahaan-perusahan konstruksi Turki memiliki rangking kedua di dunia setelah China. Karena itu, silakan datang ke Indonesia," pinta SBY.
Bidang lain yang berpeluang adalah energi, terutama geothermal. SBY juga menyebut juga bidang pertanian. "Anda bisa berinvestasi di industri makanan, seperti minyak sawit, coklat, dan perikanann," kata SBY.
Sementara itu, Presiden Turki Abdullah Gul saat menjadi pembicara juga mengajak pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Turki. Menurut dia, saat ini kerjasama ekonomi antara Turki dan Indonesia berjalan baik dan semakin meningkat.
"Bahkan, saat ini pesawat Turkish Airline juga sudah melakukan penerbangan langsung ke Indonesia," kata Abdullah Gul.
(asy/dnl)











































