BPS: RI Tekor Dagang Sama China

BPS: RI Tekor Dagang Sama China

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2010 14:07 WIB
Jakarta - Indonesia alami defisit perdagangan dengan China. Total defisit perdagangan dengan China dari Januari hingga Mei 2010 mencapai US$ 2,11 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan defisit atas kerja sama perdagangan dengan China hingga US$ 2,11 miliar dari Januari hingga Mei 2010, sedangkan per Mei 2010, Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 530 juta.

"Kita itu tekor dagang sama China," ungkap Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusman menilai defisit ini terjadi karena konsumen Indonesia menyukai barang-barang impor terutama elektronik China.

Tak hanya perdagangan dengan China yang mengalami defisit, beberapa kerjasama dengan negara-negara pun ikut mengalami koreksi, di antaranya Thailand sebesar US$ 1,51 miliar, disusul Malaysia sebesar US$ 202,6 juta, dan Australia sebesar US$ 738,1 juta.

"Masyarakat kita terlalu mengalami ketergantungan dengan produk negara-negara tadi. Contohnya dengan China, kita sangat suka dengan barang-barang elektroniknya," ujarnya.

Sementara itu, untuk negara Thailand, jelas Rusman, konsumen Indonesia suka menggunakan benih atau produk pertanian. "Kita suka sekali dengan barang pertanian di Thailand, jadi kita sering menggunakan barang Thailand," paparnya.

Sedangkan, Australia yang kaya akan barang tambang dan daging sapi, ikut menyumbangkan defisit perdagangan bagi Indonesia. Pasalnya, komoditas tersebut sering dipasok Indonesia.

Namun, Indonesia masih mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 2,47 miliar dengan kumulatif Januari-Mei sebesar US$ 8,84 miliar.

"Ini good news, neraca perdagangan kita masih surplus," ujar Rusman.

Menurut Rusman perdagangan Indonesia diselamatkan dari perdagangan dengan Amerika Serikat yang menyumbangkan dana segar mencapai US$ 1,5 miliar, disusul dengan Korea Selatan sebesar US$ 734 juta, Inggris, dan Perancis.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads