Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Kamis (1/7/2010).
"Berkurang 27 ribu hektar per tahun. Itu tandanya apa? Tandanya dipakai untuk lain. Terutama terjadi di Jabar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 44,35 ribu ha atau 6,14%. Penurunan luas panen juga dialami produksi padi.
Walaupun produksi padi diperkirakan meningkat 65,15 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), tetapi peningkatan tersebut disebabkan adanya peningkatan produktivitas sebesar 0,63 kuintal/ha. Sedangkan, luas panennya diperkirakan mengalami penurunan seluas 12,63 ribu ha atau 0,1%.
Keadaan produksi pertanian semakin diperparah dengan cuaca yang tidak mendukung. Rusman menilai dengan keadaan cuaca saat ini, terdapat beberapa komoditas pertanian yang mengalami pengurangan masa panen.
"Jadi yang tadinya bisa panen 3 kali, jadi 2 kali setahun. Itu karena cuaca juga," tukasnya.
(nia/dnl)










































