Tender Distributor BBM Bersubsidi 2011 Sepi Peminat

Tender Distributor BBM Bersubsidi 2011 Sepi Peminat

- detikFinance
Senin, 05 Jul 2010 07:06 WIB
Jakarta - Tender distributor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 2011 sepi peminat. Dari 15 badan usaha  yang mengambil dokumen penawaran, ternyata hanya enam perusahaan yang masih bertahan dalam tender tahunan tersebut.

"Yang menyampaikan dokumen penawaran sampai hari  terakhir ada enam badan usaha," kata Kepala Badan  Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus  Haryono dalam pesan singkatnya yang diterima detikFinance, Minggu malam (4/7/2010).

Keenam badan usaha itu yaitu PT Pertamina (Persero) PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, PT Elnusa Tbk,  PT Petronas Niaga Indonesia, PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada hari Senin (5/7/2010) kami akan mulai  memeriksa dokumen penawaran yang mereka sampaikan,"  jelasnya.

Sebelumnya, BPH Migas telah mengundang 34 badan  usaha untuk mengikuti tender distributor BBM  bersubsidi 2011. Namun dari 34 badan usaha yang  diundang, hanya 15 badan usaha yang mengambil dokumen penawaran.

Badan-badan usaha tersebut yaitu PT Pertamina, PT  Elnusa Petrofin, PT Patra Niaga, PT Petrobas, PT  AKR Corporindo Tbk, TPPI, PT Petronas Niaga  Indonesia, PT Bumi Asri Prima Pratama, dan PT Total  Oil Indonesia, PT Premindo Mitra Kencana, PT Shell Indonesia, PT Petro Andalan Nusantara, PT Usaha  Gemilang Utama, PT Usaha Catur Mitra, dan PT Lingga  Perdana.

Sama seperti tahun lalu, dalam tender kali ini BPH  Migas juga akan mencari pemenang yang akan  mendampingi PT Pertamina (Persero) untuk  menyalurkan BBM bersubsidi yang menjadi jatah tahun  2011.

Rencananya, badan usaha yang ditunjuk menjadi  pendamping Pertamina akan menyalurkan 393.328  kiloliter (KL) premium dan solar untuk  pendistribusian tahun depan. Volume tersebut untuk didistribusikan di sejumlah  provinsi Indonesia. Di mana untuk solar disalurkan  ke 22 provinsi dan premium 20 provinsi.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio memperkirakan mundurnya sejumlah badan usaha dalam keikutsertaannya pada tender tersebut dikarenakan ketidaksiapan badan-badan usaha itu dari sisi infrastruktur pendistribusian.

"Apa yang ditawarkan oleh BPH sebagai area pendampingan dengan Pertamina ternyata tidak diminati sebagian badan usaha karena tidak siap infrastruktur," paparnya.
(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads