"Yang menyampaikan dokumen penawaran sampai hari terakhir ada enam badan usaha," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya yang diterima detikFinance, Minggu malam (4/7/2010).
Keenam badan usaha itu yaitu PT Pertamina (Persero) PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia, PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BPH Migas telah mengundang 34 badan usaha untuk mengikuti tender distributor BBM bersubsidi 2011. Namun dari 34 badan usaha yang diundang, hanya 15 badan usaha yang mengambil dokumen penawaran.
Badan-badan usaha tersebut yaitu PT Pertamina, PT Elnusa Petrofin, PT Patra Niaga, PT Petrobas, PT AKR Corporindo Tbk, TPPI, PT Petronas Niaga Indonesia, PT Bumi Asri Prima Pratama, dan PT Total Oil Indonesia, PT Premindo Mitra Kencana, PT Shell Indonesia, PT Petro Andalan Nusantara, PT Usaha Gemilang Utama, PT Usaha Catur Mitra, dan PT Lingga Perdana.
Sama seperti tahun lalu, dalam tender kali ini BPH Migas juga akan mencari pemenang yang akan mendampingi PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan BBM bersubsidi yang menjadi jatah tahun 2011.
Rencananya, badan usaha yang ditunjuk menjadi pendamping Pertamina akan menyalurkan 393.328 kiloliter (KL) premium dan solar untuk pendistribusian tahun depan. Volume tersebut untuk didistribusikan di sejumlah provinsi Indonesia. Di mana untuk solar disalurkan ke 22 provinsi dan premium 20 provinsi.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio memperkirakan mundurnya sejumlah badan usaha dalam keikutsertaannya pada tender tersebut dikarenakan ketidaksiapan badan-badan usaha itu dari sisi infrastruktur pendistribusian.
"Apa yang ditawarkan oleh BPH sebagai area pendampingan dengan Pertamina ternyata tidak diminati sebagian badan usaha karena tidak siap infrastruktur," paparnya.
(epi/qom)











































