"Mulai tahun depan mereka berkomitmen pasok 800 ribu ton batubara per tahun. Nantinya, akan dinaikkan menjadi 9 juta ton per tahun," ujar Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji di sela kunjungan kerja direksi PLN di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (5/7/2010).
Rencananya 9 juta ton batu bara tersebut akan yang berasal tambang batu bara PTBA di Muara Enim, Sumatera Selatan itu, akan dibawa dengan kereta api milik PTBA ke Tarahan, Lampung. Setelah itu, BUMN listrik itu akan mendistribusikannya ke seluruh PLTU di seluruh tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Nur Pamudji enggan menyebutkan berapa harga transaksi yang telah dilakukan antar kedua BUMN batu bara tersebut. "Tapi Harganya nanti akan dinego setiap tahun," jelasnya.
Nur Pamudji berharap pasokan sebesar 9 juta ton batubara bisa mulai masuk pada tahun 2012.
Sebelumnya, PTBA hanya menyuplai 6 juta ton batu bara untuk PLTU Suralaya. "Untuk yang enam juta ton itu harganya sekitar US$ 680 per ton," tambahnya.
(epi/dnl)











































