"Kami sudah konfirmasi ke Kideco, mereka bilang pasokan aman karena mereka kan punya stok," ujar ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji di sela kunjungan kerja direksi PLN di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (5/7/2010).
Namun ia khawatir jika wilayah tambang Kideco ditutup dalam waktu lama, maka pasokan batubara untuk kedua PLTU tersebut bisa terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pemerintah telah menutup sementara sebagian wilayah Tambang milik PT Kideco Jaya Agung yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penutupan tersebut dilakukan karena adanya kecelakaan tambang yang menyebabkan hilangnya nyawa 5 karyawan perseroan sepanjang tahun ini.
"Ditutup sementara oleh Inspektur Tambang yg melakukan investigasi karena tahun ini sudah ada 5 kecelakaan fatality di Kideco," ujar Kasubdit Keselamatan,Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3), Direktorat Tekhnik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Dirjen Minerbapabum Syawaluddin Lubis pekan lalu.
Adapun korban tewas adalah karyawan Kideco dengan rincian Januari dua korban, Mei dua korban serta Juni 1 orang. Selain korban meninggal, ada juga karyawan yang mengalami luka berat dan ringan.
"Sehingga diputuskan untuk melakukan penghentian sementara sampai pihak Kideco melakukan perbaikan K3," jelasnya.
(epi/qom)











































