Pemerintah Endus Sindikat Pengedar Aksesoris Elpiji Abal-abal

Pemerintah Endus Sindikat Pengedar Aksesoris Elpiji Abal-abal

- detikFinance
Senin, 05 Jul 2010 15:17 WIB
Pemerintah Endus Sindikat Pengedar Aksesoris Elpiji Abal-abal
Jakarta - Tim PPNS Kementerian Perdagangan menduga adanya sindikat terkait perakitan dan pengedaran produk aksesoris alpiji seperti selang dan regulator abal-abal. Hal ini didasarkan berdasarkan temuan di lapangan yang mengarah pada hal tersebut.

"Ini kelihatannya ada sangkut pautnya dengan temuan-temuan sebelumnya," kata Kasubdit Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Veri Anggrijono disela-sela sidak di Jl Pangeran Jayakarta, Jakarta, Senin (6/7/2010).

Indikasi lainnya adalah dari beberapa temuan merek selang maupun regulator berasal dari satu tempat yang sama. Ia juga yakin para pelaku yang bermain terhadap produk-produk yang diduga non standar tersebut bukan lah pemain baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Veri mengungkapkan, belakangan ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap produsen perakit produk selang dan regulator elpiji. Pemeriksaan juga dilakukan ditingkat distributor.

"Mereka bukan pemain baru lah, nggak mungkin mereka bermain yang bukan bidangnya di wilayahnya," katanya.

Ia menegaskan produk aksesoris elpiji selain harus memiliki standar SNI yang ditandai oleh tanda SPPT SNI, juga harus memiliki nomor pengenal barang (NPB) untuk produk impor, sedangkan nomor register produk (NRP) untuk produk lokal.

Pada pemeriksaan di lokasi distribusi produk aksesoris di Komplek 20 Jl Pangeran Jayakarta, Sawah Besar No 14 a. Tim menemukan beberapa produk selang dan regulator yang diduga palsu berasal dari PD Duta Niaga.

Bermacam-macam bungkus kemasan merek selang dan regulator ditemukan seperti merek Ariane, Biogaz, Master, Aneka Gas, Pioner, Millenia, Tera Gas, JWA, Tekva, Safeguard, Auto Save, Corona, SUN dan lain-lain.

"Kita patut curiga, misalnya untuk produk Win Gas (regulator) biasanya memproduksi satu jenis, tapi kenyataannya yang beredar ada yang kecil dan besar," jelas Veri.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads