βInvestasi di Asia akan tumbuh menjadi US$ 10 triliun dalam periode 2010-2020,β ujar Dirjen Biro Perdagangan Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang, Hidehiko Nishiyama dalam acara Reuni Akbar Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) di Raffles City Convention Centre, Singapura, Selasa (6/7/2010).
Hidehiko mengatakan, pada tahun 2010, nilai investasi infrastruktur di Asia mencapai US$ 4 triliun. Itu berarti, pertumbuhan investasi infrastruktur di Asia tumbuh 150% dalam periode 2010-2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi senilai US$ 2,6 triliun itu terdiri atas investasi di sektor kelistrikan dan energi mencapai US$ 1,1 triliun, transportasi US$ 600 miliar, infrastruktur sosial US$ 500 miliar, air dan sanitasi US$ 200 miliar dan telekomunikasi US$ 200 miliar.
Pada periode 2000-2010, investasi infrastruktur meningkat 53,84% menjadi US$ 4 triliun atau setara dengan 4% dari PDB Asia pada periode yang sama sebesar US$ 100 triliun. Pada periode tersebut, PDB di Asia meningkat 92,31% dari periode 1990-2000.
Investasi di sektor telekomunikasi meningkat paling pesat sebesar 100% menjadi US$ 400 miliar dari periode sebelumnya US$ 200 miliar. Pertumbuhan investasi transportasi sebesar 66,67% menjadi US$ 1 triliun dari sebelumnya US$ 600 miliar.
Investasi infrastruktur sosial tumbuh 60% menjadi US$ 800 miliar dari periode 1990-2000 sebesar US$ 500 miliar. Investasi kelistrikan dan energi meningkat 45,45% menjadi US$ 1,6 triliun dari sebelumnya US$ 1,1 triliun.
Investasi sektor air dan sanitasi tidak berubah sebesar US$ 200 miliar pada periode 1990-2000 ke periode 2000-2010.
Pada periode 2010-2020, investasi infrastruktur di Asia akan mencapai US$ 10 triliun, meningkat 150% dari periode 2000-2010 sebesar US$ 4 triliun. Nilai tersebut setara dengan 5% dari PDB Asia di periode yang sama senilai US$ 200 triliun, naik 100% dari periode 2000-2010 sebesar US$ 100 triliun.
Investasi sektor telekomunikasi tumbuh paling pesat mencapai 175% menjadi US$ 1,1 triliun di periode 2010-2020 dari periode 2000-2010 sebesar US$ 400 miliar. Investasi sektor kelistrikan dan energi meningkat 156,25% menjadi US$ 4,1 triliun di 2010-2020 dari sebelumnya US$ 1,6 triliun di 2000-2010.
Investasi transportasi diperkirakan meningkat 150% menjadi US$ 2,5 triliun di 2010-2020 dari periode 2000-2010 sebesar US$ 1 triliun. Investasi infrastruktur sosial juga meningkat pesat sebesar 150% menjadi US$ 2 triliun dari sebelumnya US$ 800 miliar.
Terakhir, investasi air dan sanitasi diperkirakan naik 100% menjadi US$ 400 miliar dari sebelumnya US$ 200 miliar.
(dro/ang)











































