Carrefour tidak berkomentar tentang nilai dari penjualan saham di 3 negara tersebut karena masih dalam tahap awal, namun analis memperkirakan nilainya mencapai 600-800 juta euro. Demikian seperti dilansir harian Financial Times, Selasa (6/7/2010).
Rencana tersebut sejalan dengan strategi yang disusun oleh chief executive Carrefour, Lars Olofsson, untuk cabut dari pasar negara-negara yang hanya tidak memungkinkan peritel tersebut untuk memimpin pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Asia, Carrefour memimpin pasar di China dan Indonesia. Tiga perempat dari operasional Carrefour di Asia berada di China, sementara Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar Carrefour di Asia. Ologsson dalam RUPS Mei lalu menyebut pasar China dan Indonesia 'sangat menjanjikan'.
Asia tercatat memberi kontribusi 8% penjualan Carrefour yang pada tahun lalu mencapai 86 miliar euro. Sebanyak 626 gerai Carrefour ada di Asia hingga akhir 2009, dimana 68% di antaranya ada di China, dan 76 gerai di Indonesia dan Taiwan 65 gerai. Di Thailand, Carrefour memiliki 40 gerai, 19 di Malaysia dan 2 di Singapura.
Di Indonesia, Carrefour baru saja melepas 40% kepemilikannya di PT Carrefour Indonesia ke taipan Chairul Tanjung. Langkah itu ditempuh setelah Carrefour menghadapi tekanan menyusul keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan peritel tersebut bersalah melakukan monopoli usai mengakuisisi PT Alfa Retailindo. (qom/dnl)











































