Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di sela kunjungan jajaran direksi PLN ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (6/7/2010).
"Potensi ini akan kami kembangkan sehingga di masa depan Sumbawa akan menjadi satu satunya pulau dengan pengunaan energi hydro dominan untuk pembangkit listrik" ujar Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara bertahap pembangkit listrik hydro ini akan menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sekarang dominan di Sumbawa.
Pada tahun 2014 direncanakan komposisi pembangkit di Sumbawa meliputi : PLTU 40%, PLTA dan PLTMH 50% dan PLTP 10%. Adapun beban puncak listrik di Sumbawa mencapai 22.5 MW.
Selain itu, PLN juga mengaku siap gandeng Pemda Aceh untuk kelola pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan kapasitas 3x9 Megawatt milik PT Arun NGL di Lhokseumawe, Aceh.
“Sekarang di Lhokseumawe ada PLTG yang yang tidak dipakai lagi milik LNG Arun. Itu sudah ada pembicaraan dengan Pemda itu dihidupkan kembali. Tinggal dikasih gas saja,” ujar Dahlan.
Selain dari PLTG, PLN juga akan memperbaiki dan menambah jumlah genset yang ada di sana untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah Aceh.
Dahlan mengakui, wilayah Aceh memang masih belum memiliki pembangkit listrik dalam skala besar. Selama ini, pasokan listriknya berasal dari provinsi tetangganya yaitu Sumatera Utara.
Panjang jalur distribusi yang mencapai 300 kilometer tersebut, membuat pasokan listrik yang disalurkan ke Aceh berkurang dari 22 Megawatt menjadi 14 MW.
“Untuk itu, kami pasang kapasitor di tengah Aceh dan Medan sehingga mulai 1 Juli, Aceh sudah bisa ucapkan selamat tinggal tegangan 14,” paparnya.
(epi/ang)











































