SBY Turun Tangan Atasi Ledakan Elpiji

SBY Turun Tangan Atasi Ledakan Elpiji

- detikFinance
Selasa, 06 Jul 2010 17:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono beserta sejumlah menteri terkait telah menyelesaikan rapat mengenai penggantian asesoris tabung gas, yang telah habis masa pakainya. Ada sejumlah opsi mengenai mekanisme penggantian itu, namun keputusan akan diambil dalam rapat bersama Presiden SBY.

Menteri yang hadir dalam rapat di Kantor Wapres, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010), antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menkeu Agus Martowardjojo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Direktur Pertamina Karen Agustiawan.

Rapat berlangsung pada pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB. Wapres bersama para menteri lantas bergerak menuju Istana Presiden untuk mengikuti rapat lanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedikit yang bisa digali mengenai pembahasan dalam rapat bersama wapres. Sejumlah menteri yang diwawancarai enggan untuk berbicara.

"Lapor ke presiden dulu. Nggak boleh ngomong," kata MS Hidayat.

"Pak Menko Kesra yang akan menyampaikan, saya anggota saja," ujar Darwin saat dicegat wartawan.

Setali tiga uang, Karen juga tidak mau mengungkapkan hasil pembahasan mengenai penggantian asesoris tabung gas dengan Wapres. Ia tampak buru-buru menuju mobilnya.

"Ini lagi menunggu keputusan. Ini di rapat berikutnya ini. Aduh di mana sih, Pak (mobilnya)," tanya Karen kepada ajudannya.

Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengungkapkan, asesoris tabung gas yang diberikan secara gratis pada tahun 2007 lalu saat ini telah habis masa pakainya, sehingga harus diganti. Nantinya, masyarakat harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli asesoris baru.

Dalam rapat, dibicarakan mengenai bagaimana mekanisme penjualan asesoris tersebut. Pemerintah mencari cara yang paling mudah dan masyarakat bisa membeli barang yang sesuai SNI dan tidak palsu, sehingga tidak lagi terjadi kasus ledakan tabung gas.

"Nah ini yang sekarang dilaporkan ke presiden. Karena Pak presiden di awal rapat kemarin, beliau ingin dapat laporan lengkap. Ini koordinasi final dilaporkan ke Bapak Presiden. Kita sampaikan nanti hasilnya bagaimana, karena mungkin nanti ada petunjuk presiden kan?" ungkap Yopie.

(irw/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads