Listrik Padam Lebih Dari 3 Jam, PLN Tindak Karyawannya

Listrik Padam Lebih Dari 3 Jam, PLN Tindak Karyawannya

- detikFinance
Selasa, 06 Jul 2010 17:37 WIB
Sumbawa - PT PLN (Persero) berjanji akan penyelesaian pemadaman bergilir akibat kesalahan teknis harus selesai dalam 3 jam mulai 1 November 2010. Jika lebih dari 3 jam listrik tetap padam, maka PLN akan menindak tegas karyawannya yang dinilai lambat selesaikan pemadaman.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengakui, meskipun seluruh Indonesia telah bebas pemadaman bergilir sejak 30 Juni lalu, namun pemadaman akibat kesalahan teknis masih tidak dapat dihindari. Kesalahan teknis yang dimaksud yaitu kerusakan peralatan PLN akibat pohon tumbang, sambungan transmisi terputus, sertanya adanya kerusakan pada instalator listrik PLN.

"Kami jamin tiga jam paling lama. Kalau lebih dari tiga jam maka harus ada tindakan terhadap penanggungjawabnya," ujar Dahlan di sela kunjungan kerja direksi PLN di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (6/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan mengakui, ada beberapa kesalahan teknis yang membuat penyelesaian pemadaman tersebut lambat diatasi. Misalnya kendaraan yang akan mengangkut petugas ke lokasi belum siap atau peralatan untuk memperbaiki instalatur listrik ketinggalan.

"Banyak kasus lama yang terjadi seperti ini," ungkapnya.

Rencana ini akan direalisasi mulai 1 November tahun ini di Pulau Jawa, sementara untuk wilayah lainnya akan diterapkan tahun depan. "Sekarang ini kan tidak ada aturan soal batas penyelesaian pemadaman oleh petugas PLN," ungkap Dahlan.

Dahlan menyatakan, batas waktu pemadaman maksimal 3 jam ini diadopsi dari Malaysia. "Di duniakan ada patokannya ditolerir mati itu berapa kali setahun dan berapa lama. Nah kita mau pakai benchmark mana? Malaysia, Singapura, atau Amerika. Mungkin benchmark-nya Malaysia. Kalau itu kita bisa capai 1 November," paparnya.

Untuk mencapainya, Dahlan pun mulai melakukan berbagai upaya di antaranya dengan memberikan pendidikan mengenai manajemen pelayanan kepada para karyawannya dan juga memperbaiki pelayanan call center PLN.

Selain itu, BUMN listrik itu juga memperkuat pasokan listrik dan jaringan tranmisi dan distribusi di wilayah Jawa.

Ia berjanji, mulai bulan oktober pasokan listrik di wilayah Jawa akan semakin prima dengan mulai beroperasinya sejumlah pembangkit dalam proyek 10.000 MW tahap I dengan kapasitas 2.500-3.000 MW.Β  Bersamaan dengan itu, pemasangan enam interbust trafo (IBT) dan 5.000 trafo distribusi akan selesai pada bulan yang sama.

"Jadi tidak ada alasan pelayanan jelek karena pasokan kurang. Kalau ada dua pembangkit rusak secara bersamaan pun maka pasokan tidak akan terganggu," tegas Dahlan.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads