Proyek Pembangkit Telat, PLN Siap Angkat Kepala Proyek

Proyek Pembangkit Telat, PLN Siap Angkat Kepala Proyek

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2010 10:05 WIB
Mataram -

Proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap I hingga saat ini masih mengalami keterlambatan. Untuk mempercepat realisasinya, PT PLN (persero) akan menempatkan kepala proyek untuk mengawasi pembangunan proyek-proyek tersebut.

"Supaya proyek-proyek yang terlambat tidak lebih terlambat lagi maka di setiap proyek akan diangkat kepala proyek," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di sela acara kunjungan kerja jajaran direksi PLN ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/7/2010).

Selama ini, pengerjaan pembangunan pembangkit dalam program itu memang belum ada kepala proyek. Yang mengawasi hanya general manager PLN yang membawahi beberapa proyek di wilayahnya serta tim proyek di masing-masing wilayah. Namun mereka tidak memiliki wewenang eksekusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau hari ini butuh beli peralatan, tim ini tidak bisa action. Mereka harus minta approval ke dulu ke GM dan GM juga harus meminta persetujuan ke PLN pusat," jelasnya.

Dengan adanya kepala proyek ini, Dahlan meyakini proyek tidak akan molor terus dan bisa selesai di tahun 2012-2013. Selain bertugas untuk mengawasi proyek, Kepala proyek juga memiliki wewenang untuk melakukan eksekusi pelaksanaan teknis serta memberikan persetujuan untuk pengadaan barang dalam proyek itu.

"Kepala proyek harus tinggal di lokasi agar proyek tidak akan lebih terlambat.  Mereka bisa saja memimpin dua proyek sekaligus asal lokasinya berdekatan" tegas Dahlan.

Dahlan menilai, penempatan kepala proyek ini begitu penting karena setiap keterlambatan proyek akan berimbas pada konsumsi BBM di pembangkit dan secara otomatis akan mempengaruhi anggaran subsidi dalam APBN. Lagipula kalau proyek ini terus terlambat maka dari sisi pendanaan pengerjaan proyek juga akan terus membengkak.

Sementara, pendanaan proyek yang berasal sebagian besar dari pinjaman itu memiliki tenggat  waktu pembayarannya.

"Kalau terus terlambat maka beban bunga akan semakin besar dan itu akan membebani keuangan PLN," katanya.

Dahlan menambahkan, mekanisme penunjukkan kepala proyek ini juga akan diterapkan dalam proyek 10.000 MW tahap ke II agar keseluruhan pembangkit yang masuk dalam program percepatan tersebut bisa rampung di 2014.

"Dua minggu lagi akan terisi orang-orangnya. Kami akan cari 20 orang," ungkapnya.

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads