Demikian disampaikan oleh Director Retail Services Nielsen Yongki Susilo di Kantor Nielsen, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Rabu (07/07/2010).
"Krisis global kemarin menciptakan ketakutan di masyarakat, spending jadi ciut. Nah di 2009-2010 justru berbeda, sampai dengan Mei 2010 belanja kebutuhan sehari-hari meningkat Rp 44 triliun atau tumbuh 9%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Yongki menuturkan sampai akhir tahun 2010 belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat akan tumbuh hingga 10%-15%. "Bisa mencapai Rp 115 triliun," katanya.
Ia mengemukakan, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang mulai berlaku bulan Juli 2010 ini tidak akan berdampak kepada perilaku konsumsi masyarakat.
"Memang secara historis tidak akan terpengaruh, biasanya justru krisis dan kenaikan BBM yang akan berpengaruh," ungkap Yongki.
Lebih lanjut Yongki mengatakan, belanja kebutuhan sehari-hari ini terdiri dari 56 kategori barang yang termasuk kebutuhan primer. "Di luar rokok dan beras, 56 kategori itu terdiri antara lain dari susu, popok, makanan, mie instan, minyak goreng, dan minuman-minuman lain," tuturnya.
Selama tahun 2009, lanjut Yongki, minyak goreng memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai di atas 60% dari seluruh total belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat.
(dru/dnl)










































