Pasca Krisis, Masyarakat Pilih Belanja di Pasar Tradisional

Pasca Krisis, Masyarakat Pilih Belanja di Pasar Tradisional

- detikFinance
Rabu, 07 Jul 2010 13:49 WIB
Jakarta - Krisis global 2008/2009 membawa dampak positif bagi pedagang pasar tradisional. Karena 70% masyarakat Indonesia lebih memilih berbelanja pada pasar tradisional.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan The Nielsen Company (Nielsen) terhadap 1.783 responden di beberapa kota besar di Indonesia.

"Krisis global menciptakan ketakutan, spending ciut, tradisional trade (pasar tradisional) masih mendominasi perdagangan Indonesia di mana mencapai 70%," kata Director Retail Services Nielsen, Yongki Susilo, di Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Rabu (07/07/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yongki mengungkapkan, para konsumen dapat berhemat lebih jika berbelanja di pasar tradisional dibandingkan di pasar moderen seperti supermarket dan hypermarket.

"Kalau belanja di hypermarket pengeluaran akan jauh tidak terkontrol. Kalau tradisional market bisa lebih ditekan," katanya.

Pada pasar tradisional, tambah Yongki, masyarakat lebih banyak memilih bahan pangan segar terlebih untuk daging dan sayuran.

Lebih lanjut Yongki menuturkan, selama tahun 2009 masyarakat dalam satu bulan pergi ke hypermarket sampai 2 kali. Sedangkan ke supermarket mencapai 3 kali dalam satu bulannya.

"Namun jika ke minimarket sampai seminggu itu hampir satu sampai 2 kali atau 7 kali sebulan. Nah ke pasar tradisional itu sampai 25 kali sebulan atau sehari satu kali," ungkapnya.

Masih berdasarkan penelitian Nielsen, transaksi yang terjadi pada pasar tradisional paling banyak terjadi di pagi hari. Sebanyak 70% konsumer akan berbelanja antara pukul 5 hingga 9 pagi, dan sisanya akan berbelanja pada pukul 10 hingga 12 siang.

"Berdasarkan riset, orang pergi ke hypermarket bersama-sama keluarganya di mana mencapai 80% dan di pasar tradisional orang lebih sering sendiri," tukasnya.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads