Pemerintah Klaim Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Normal

Pemerintah Klaim Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Normal

- detikFinance
Rabu, 07 Jul 2010 14:09 WIB
Jakarta - Tim Stabilisasi Pangan Pokok pemerintah menyatakan kenaikan harga saat ini masih dalam ambang normal. Meski ada lonjakan harga yang tajam beberapa komoditas seperti bawang, cabai, dan daging ayam.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi yang juga salah satu ketua tim mengatakan kenaikan harga sekarang ini rata-rata masih di bawah ambang normal, atau masih di bawah rata-rata kenaikan 10% yang lazim terjadi sebelum puasa dan lebaran.

Bayu mencontohkan rata-rata kenaikan harga beras saat ini masih berkisar 2-3%, sehingga masih dikatakan telatif stabil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khusus untuk beras walau ada gerakan kenaikan 2-3% ini masih normal," jelas Bayu usai acara rapat tim stabilisasi pangan pokok di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (7/7/2010).

Menurut Bayu beberapa kebutuhan pokok lainnya meski naik, namun masih relatif terkontrol misalnya harga daging ayam ada kenaikan rata-rata 13% sementara telor ayam ada kenaikan rata-rata 9-10%.

"Ini karena dua hal, pertama pada Januari-Februari harganya turun sekarang naik lagi. Kedua, peternak menyimpan stok bukan dalam bentuk produk tapi di kandang," jelasnya.

Hal ini kata dia, para peternak mencoba mengejar selisih harga yang lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu harga daging sapi lebih menunjukan harga yang stabil, saat ini jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya kenaikan harga masih berada di kisaran 0,02%.

"Mengantisipasi Ramadhan dan Lebaran, kita pantau terus," katanya.

Sementara untuk kenaikan komoditas seperti cabai dan bawang diakui Bayu menjadi komoditas yang paling tertinggi mengalami kenaikan selama sebulan terakhir yaitu dengan kisaran 50%-60%.

Meski Bayu mengklaim saat ini pada bulan Juli kenaikan harga dua komoditas tersebut kenaikannya mulai melemah. Misalnya untuk cabai sebelumnya naik hingga 60% sekarang hanya 35%. Sementara bawang dari kenaikan 35% sekarang hanya naik 15%.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads