"Ke depan kita ingin memastikan kita ingin mengendalikan impor, dalam jumlah yang drastis. Tetapi kita tetap menjaga suplai di dalam negeri," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi saat ditemui di kantor kementerian perdagangan, Rabu (7/7/2010).
Bayu menjelaskan kebutuhan daging sapi dalam negeri untuk rumah tangga per tahun mencapai 340.000 ton sementara kebutuhan daging sapi untuk industri 65.000 ton per tahun. Dari total tersebut kebutuhan impor untuk kepentingan daging sapi khusus untuk restoran seperti restoran McDonald dan lainnya rata-rata per bulan mencapai 100-150 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga kata dia, jika kedepannya langkah mengurangi impor sapi bisa dilakukan maka impor untuk kebutuhan restoran itu masih bisa diberikan. Sebagai catatan, hingga Januari-Juni impor sapi Indonesia telah mencapai 56.000 ton daging sapi.
"Untuk impor daging kebutuhan restoran setahun kira-kira 1.000 ton, itu kecil sekali porsinya," ucapnya.
Pemerintah akan melakukan konektivitas distribusi antara daerah produsen daging sapi di dalam negeri dengan wilayah konsumsi untuk menopang upaya menekan impor daging sapi. Misalnya wilayah Jawa Tengah sebagai penghasil daging dengan Jakarta sebagai daerah konsumen daging.
(hen/dnl)











































