PLN Masih Boleh Terapkan Tarif Beban Puncak Industri

PLN Masih Boleh Terapkan Tarif Beban Puncak Industri

- detikFinance
Rabu, 07 Jul 2010 18:31 WIB
Mataram - Kalangan industri nampaknya belum bisa bernafas lega. Meskipun tarif daya max dan multiguna dihapuskan pasca kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), namun pemerintah mengizinkan PT PLN (Persero) untuk menerapkan tarif beban puncak kepada kalangan industri yang bertujuan menekan pemakaian listrik saat beban puncak.

"Hal ini sudah disepakati dalam skema kenaikan TDL per 1 juli lalu," ujar Direktur Manajemen Bisnis dan Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di sela kunjungan jajaran direksi PLN ke Mataram, NTB, Rabu (7/7/2010).

Menurut Murtaqi, penerapan tarif tersebut berfungsi untuk membatasi melonjaknya pemakaian listrik oleh industri pada saat beban puncak antara pukul 17.00-22.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini beda dengan daya max yang tarifnya 4 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Namun tarif sekarang sekitar maka 1,4-2 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Pemerintah minta PLN tentukan berapa koefisiennya, tapi kami belum tentukan berapa dari koefisien 1,4-2," jelas Murtaqi.

Untuk itu, lanjut Murtaqi, pihaknya akan gencar mensosialisasikan penerapan tarif ini kepada para pelaku industri termasuk mekanisme perhitungan kenaikan TDL.

Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan sejak kenaikan TDL diumumkan pemerintah hingga akhir bulan ini kepada seluruh pelaku industri yang berada di Jakarta maupun ke daerah-daerah.

"Memang ada beda pemahaman pada saat sebelum TDL diumumkan dengan setelah dikeluarkan. Mungkin asumsi mereka TDL akan seperti ini," ungkapnya.

Selain menjelaskan soal mekanisme perhitungan TDL yang baru, petugas PLN juga akan membantu menghitung potensi tambahan pembayaran rekening setiap bulannya.

"Setelah sosialisasi selesai, kami tetap membuka help desk di setiap kantor PLN untuk membantu menerangkan soal kenaikan TDL ini," jelasnya.

(epi/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads