Demikian disampaikan oleh Direktur Operasional Jasa Marga Adityawarman dalam siaran pers, Rabu (7/7/2010).
"Khusus untuk ruas tol yang disesuaikan tarifnya, yaitu di Jakarta-Cikampek dan Tol Cengkareng, Jasa Marga sudah melakukan berbagai peningkatan pelayanan. Untuk ruas Tol Jakarta-Cikampek, saat ini Jasa Marga tengah melakukan pelebaran (penambahan kapasitas jalan) dari 3 lajur menjadi 4 lajur di ruas Cibitung-Cikarang, dan pelebaran dari 2 lajur menjadi 3 lajur di ruas Dawuan-Cikampek," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemindahan ini dimaksudkan untuk mengurangi antrean yang sering terjadi di Gerbang Tol Pondok Gede Timur, utamanya pada saat jam-jam sibuk. Dengan dipindahkannya gerbang tol ini, maka untuk pengguna jalan tol dari Jakarta yang akan ke JORR, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Cibitung, akan diberlakukan sistem terbuka (hanya satu kali transaksi dan tidak ambil tiket masuk).
Untuk Ruas Tol Cengkareng, Adityawarman mengaku Jasa Marga juga sudah melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan seperti penambahan kapasitas jalan yang sebelumnya 2 lajur untuk masing-masing jalur, kini sudah menjadi 4 lajur untuk masing-masing jalur.
Untuk kemudahan transaksi, di ruas tol Cengkareng juga telah dilakukan perubahan sistem transaksi tol menjadi sistem terbuka, sebelumnya pengguna jalan tol dari Jakarta yang akan ke Bandara harus melakukan dua kali pembayaran, kini cukup dengan satu kali pembayaran saja.
"Seluruh upaya yang dilakukan ini tentunya merupakan wujud komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jalan tol," jelas Adityawarman.
Dan dengan penyesuaian tarif tol ini juga akan sangat membantu operator jalan tol dalam menjaga keberadaan jalan tol itu sendiri dan agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
(dnl/dnl)
