Rencana proyek Smart Card memang dibatalkan karena pemerintah berubah pikiran. Proyek ini sempat muncul ketika harga minyak menembus lebih dari US$ 100 per barel. Namun perseroan sangat mengincar jika proyek tersebut kembali digulirkan.
"Sekarang kita sih belum dikontak lagi oleh pemerintah, tapi kalau dibuka tender kita siap," kata Direktur Utama Sucofindo Arief Safari saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu malam (7/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahulu, ketika proyek smart card mau diluncurkan untuk BBM pihaknya telah menyusun konsep kartu pengendali yang efektif. Sehingga para pengendara setiap harinya memiliki batas maksimum ketika akan membeli BBM bersubsidi.
"Konsep ini kita kembangkan sendiri," jelasnya.
Meski belum mendapat kepastian kelanjutan proyek smart card, Sucofindo terus mengembangkan payanan kartu pintar sejenis, misalnya kartu elektronik untuk para pegawai negeri.
"Untuk kartu elektronik PNS saja kita sudah melayani 1.150.000 kartu mulai dari pemda dan pusat ada di 8 provinsi," jelasnya.
Menurutnya pasar dari bisnis kartu pintar kepegawaian ini cukup menggiurkan. Saat ini saja masih ada 4,5 juta PNS yang belum tersentuh kartu pintar ini.
"Kartu sejenis ini semacam function card, misalnya untuk mikro finance, askes, pensiun bahkan debit card," tambahnya.
(hen/dnl)










































