"Mereka (Singapura) yang meminta (LNG)," ujar Deputi Pengendalian Operasi BP Migas, Budi Indianto di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/7/2010)
Meskipun pihak Singapura telah menyampaikan keinginannya tersebut, namun pemerintah berjanji akan mengutamakan dulu kebutuhan domestik dari pada ekspor. Ia juga mengaku hingga kini dirinya belum mengetahui berapa jumlah LNG yang diminta Singapura dan kapan LNG akan dikirim ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, BP Migas akan meminta kepastian mengenai kesiapan fasilitas terminal penerima LNG terapung yang akan dibangun oleh perusahaan patungan PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, serta Nusantara Regas.
"Pokoknya minggu ini mereka harus laporkan butuh berapa. Sekarang ini kan kelebihan LNG belum bisa dikeluarkan karena takutnya Pertamina mau tambah. Pokoknya tahun 2011-2012 harus kita jual," paparnya.
Ia mengakui, Kilang Bontang memang akan kelebihan pasokan sekitar 68 kargo mulai tahun depan karena adanya perubahan kontrak LNG untuk Jepang. Namun dari jumlah tersebut hanya sekitar 20 kargo yang akan dilepas ke spot market.
"Tetapi, bisa lebih dan ini harus bicara dulu dengan domestik," ungkapnya.
Budi menambahkan, saat ini BP Migas memang tengah melakukan roadshow ke beberapa negara di Asia seperti China, Taiwan, dan Korea Selatan, untuk memasarkan LNG. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut jika domestik tidak dapat menyerapnya.
"Mereka sudah menyatakan minatnya tapi kita harus lihat dulu kebutuhan domestik," tambahnya.
(epi/dnl)











































