"Maka dari itu dalam 2 sampai 3 bulan kedepan akan cukup besar inflasinya," ujar Pjs Gubernur BI, Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat
(09/07/2010).
Darmin menjelaskan, kenaikan TDL baik secara langsung maupun tidak langsung memang baru terasa dalam beberapa bulan ke depan."Ditambah dengan tahun ajaran baru, puasa, lebaran dan sekarang aja tiket pesawat sudah naik maka inflasi ke depan akan lebih besar," jelas Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Darmin mengatakan, kenaikan inflasi yang akan terjadi masih dalam range proyeksi BI yakni 5% plus minus 1%.
"Terkait dengan kebijakan moneter juga menurut kita belum perlu melakukan sesuatu," tambahnya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan TDL akan memberikan porsi inflasi sebesar 0,2%. Namun besaran ini belum ditambah oleh kenaikan harga barang dan jasa sebagai reaksi dunai usaha atas kenaikan TDL tersebut.
"Katakanlah ada ruang untuk dia menaikan tetapi ikut bertanggungjawab lah ya, proporsional, ya. Supaya tidak bertumpuk tumpuk cuma dampak dari TDL tp kemana-mana gitu. Jadi harapannya seperti itu," jelas Rusman.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah akan siap menjaga lonjakan harga pangan seperti cabai merah agar inflasi bisa tetap terjaga dan target 5,3% di 2010 bisa tercapai.
"Kalau harus kita antisipasi, ya, apakah harus lebih tinggi atau tetap segini tergantung nanti. Bulan Juli, Agustus, dan minggu pertama September karena ada beberapa hal yang terjadi seperti tahun ajaran sekolah baru, puasa, lebaran terus pengaruh dari TDL diperkirakan 0,2 persen terhadap inflasi, itu dampak langsungnya. Yang belum kita bisa perkirakan adalah dampak tidak langsungnya. Dampak langsung itu maksudnya kepada harga listriknya," tukasnya. (dnl/dnl)










































