Pasalnya selama ini penggunaan es batu oleh para nelayan sudah menjadi kebutuhan utama. Naiknya TDL secara langsung telah mengikis margin para nelayan dan pedagang ikan.
"Es balokan sudah naik tanggal 10 kemarin, naiknya Rp 2.500 per balok, udah pada banyak yang mengeluh," kata Alex pemilik depot es balokan di Lokasi Pelelangan Ikan Kamal Muara, Jakarta Utara saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (13/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sebelum naik harganya Rp 18.000 kalau sekarang Rp 20.000-21.000 per balok," imbuhnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Bahar salah seorang nelayan mengaku kaget dengan adanya kenaikan batu es yang terjadi dua hari lalu. Ia pun tidak tahu mengapa harga es balok sampai naik.
"Saya nggak tahu kenapa harga es naik, tapi kata pedagang karena listriknya naik," jelas Bahar.
Bahar mengharapkan agar harga es bisa stabil seperti sediakala. Maklum saja, dari biaya operasional sekali melaut selama dua hari yang mencapai Rp 350.000, komponen es batu cukup signifikan.
"Tolonglah pemerintah, harga bisa distabilin," harapnya.
Sementara sesama rekan nelayan lainnya, Akum mendesak agar kenaikan listrik jangan sampai merembet ke harga kebutuhan nelayan termasuk batu es. Apalagi saat ini hasil tangkapan sedang sepi.
"Kami sebagai nelayan keberatan sekali," kata Akum.
"Pak Presiden,Β tolong harga untuk nelayan jangan naik, apalagi sembako," timbal Warnadi nelayan asal Cimalaya Karawang.
(hen/dnl)











































