"Pemerintah juga ingin fair atas masukan pengusaha ini. Kita lihat kembali di mana miss-persepsinya ini yang sedang kita lakukan," jelas Darwin usai menghadiri rapat soal TDL di Kantor Menko Perekonomian, lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/7/2010).
Rapat tersebut dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menkeu Agus Martowardoyo, serta jajaran direksi PLN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembahasan tersebut, pihaknya akan lebih memfokuskan pada pelanggan-pelanggan industri yang mengaku mengalami kenaikan tagihan hingga di atas 30%. Namun di sisi lain, ada pelanggan-pelanggan yang justru mengalami penurunan sampai di atas 10%.
"Kita fokuskan pelanggan golongan pengusaha yang bagaimana, di daerah mana, di Jawa Barat, Jawa Timur atau bagaimana itu yang akan kita lihat satu persatu. Jadi itu ditelaah secara khusus kenapa begitu," ungkapnya.
Darwin menyatakan kemungkinan pihaknya akan melakukan penyesuaian agar perbedaan antara pelanggan industri yang satu dengan yang lain tidak terlalu besar.
"Jadi begini, range yang naik itu ditengarai ada yang di atas 30%, di atas 40%, bahkan ada yang di atas 50%. Tapi ada juga yang mengalami penurunan hingga minus 10%. Jadi kita ingin bagi beban yang objektif," paparnya.
Seperti diketahui, Para pengusaha sebelumnya menuding pemerintah telah melanggar janji soal besaran kenaikan TDL industri, Awalnya kenaikan TDL dijanjikan di kisaran 10-15%, namun ternyata kenaikan TDL bisa 11-80% tergantung jenis industrinya.
Untuk itu, pengusaha meminta pemerintah segera menunda kenaikan TDL yang sudah berlaku sejak 1 Juli lalu. DPR sendiri menilai penundaan kenaikan TDL itu dimungkinkan asalkan dana subsidi yang membengkak dalam APBN-P 2010 dapat ditutupi oleh pemerintah.
(epi/qom)










































