Akibat citra negatif itu, banyak singkatan bernada plesetan dari masyarakat. Namun untuk mengubah citra atau persepsi tersebut perlu kerja keras.
"PLN selalu diplesetkan dengan Perusahaan Listrik Naik. Kami mengakui selama ini masih ada masyarakat yang melihat buruk PLN. Perlu kerja keras untuk mengubahnya," ungkap Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dalam seminar rekrutmen pegawai PLN di gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (14/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kebijakan atau kewenangan pemerintah, PLN kan perusahaan. Subsidi listrik selama ini memang sangat besar. Selain itu TDL terakhir kali naik tahun 2000 setelah itu tidak ada," katanya.
Dahlan mengatakan biaya operasional untuk menambah tenaga listrik sangat besar. Jika ada pelanggan listrik mencapai 100 mega watt, sumber tenaga yang harus dibangun sekitar 130 mega watt dengan cadangan 30 persen.
"Biaya operasi kita besar. Beda dengan Korea Selatan yang cukup 20 persen saja karena pembangkit listriknya sudah reliable," katanya.
Menurut dia, saat ini harus menyadari bila pembangkit listrik dengan BBM itu butuh biaya besar. Oleh karena itu PLN harus berani melakukan terobosan, misalnya dengan pembangkit listrik energi terbarukan. Meski energi terbarukan masih mahal, namun bisa lebih ekonomis dan bisa mendatangkan dana dari luar negeri.
"Kita harus berani mencoba dan membuktikan. Saat ini banyak dana hibah untuk program energi terbarukan tersebut," katanya.
Dia menambahkan untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik, PLN juga telah menyiapkan dana Rp 250 miliar untuk mengembangkan energi terbarukan di pulau Jawa. Energi terbarukan itu bisa geothermal atau panas bumi, tenaga matahari, dan listrik mikro hidro.
Menurut dia, proyek diharapan bisa selesai pada akhir tahun 2010 dan mampu menghasilkan listrik 2,5 mega watt per tahun. Saat ini ada lima pulau yang dijadikan tempat pengembangan yakni Bunaken, Banda, Derawan, Wakatobi, dan Gili Trawangan.
"Ini salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan listrik di masa depan. Dana yang dibutuhkan cukup besar tapi memiliki nilai ekonomis tinggi," katanya.
Kepada para peserta seminar dan calon tenaga baru PLN itu, dia berpesan jika diterima hendaknya mampu bekerja keras. Saat ini PLN akan merekrut tenaga baru sebanyak 2.600 orang untuk ditempatkan di berbagai daerah.
(bgs/dnl)











































