PLN Minta Masyarakat Tak Suap Pegawainya

PLN Minta Masyarakat Tak Suap Pegawainya

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2010 17:07 WIB
Jakarta - PT PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang meminta kepada masyarakat untuk tidak menyuap karyawan atau pegawai outsourcing yang bertugas memberikan pelayanan. Pegawai PLN bukan malaikat yang tidak bisa tergoda.

Demikian disampaikan Manajer Bidang Niaga PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Ultrisza Mednawarman dalam diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (14/7/2010).

"Tidak seluruh insan pelayanan PLN adalah malaikat. Kami juga manusia yang punya keimanan yang kadang bisa goyah. Meskipun tidak mau, tapi terus diimingi-iming bisa saja tergoda. Jadi kami minta dukungan kepada masyarakat untuk tidak memberi iming-iming kepada kami,” ujar Ultrisza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyatakan, jika ada masyarakat yang pernah menjadi korban calo pemasangan listrik atau mengetahui adanya suap menyuap kepada pegawai PLN Disjaya diharapkan segera melaporkannya kepada BUMN listrik itu. PLN berjanji akan menindak dengan tegas karyawan dan pegawai outsourcing yang menerima suap tersebut.

"Buat petugas PLN yang dalam melaksanakan tugas pelayanan melakukan penyimpangan, maka hukumnya sangat jelas, yaitu pemecatan. Sementara petugas outsourcing akan dikenakan hukuman denda dan pemutusan hubungan kerja," ungkapnya.

Ultrisza menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pembinaan kepada seluruh karyawan PLN agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan pernah mengakui adanya calo dalam pemasangan listrik baru sehingga biaya pemasangan listrik menjadi lebih mahal. Praktek calo tersebut sudah dilakukan sejak lama.

Menurut Dahlan, munculnya calo-calo tersebut karena daya listrik di tanah air masih belum mencukupi untuk memenuhi daftar tunggu calon pelanggan baru sehingga siapa yang punya uang dan dia mau bayar lebih mahal maka dia bisa lebih cepat mendapatkan sambungan dengan difasilitasi calo-calo tersebut.

"Saya tidak dapat pungkiri kalau penyelewengan itu memang benar terjadi dan semua orang tahu itu," kata Dahlan.

Dahlan menyatakan, dirinya kesulitan jika harus memberantas calo-calo tersebut satu persatu karena jumlahnya yang begitu banyak. Perseroan pun telah menerapkan sanksi kepada para petugas PLN yang ikut terlibat dalam kegiatan pencaloan tersebut tapi tetap saja hal ini terjadi di lapangan.

"Masalahnya calo-calo ini di luar organik PLN sehingga semakin sulit diberantas," katanya.

Ia menilai, satu-satunya cara yang bisa dilakukan yaitu dengan terus meningkatkan daya listrik yang dimiliki PLN sehingga BUMN listrik itu bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di tanah air.

"Kalau daya listrik yang dimiliki PLN mencukupi, maka itu akan hilang dengan sendirinya. Jadi jurus sapu jagadnya adalah PLN harus punya daya yang cukup untuk penuhi kebutuhan masyarakat," tambah dia.
(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads