"Total penerimaan negara mencapai 45,9% sampai dengan 7 Juli," kata Wakil Menkeu Anny Ratnawati di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Menurutnya, realisasi pos penerimaan pajak sudah mencapai 46,4% sementara pos bea cukai 55,5%. Anny mengatakan, penerimaan pajak jumlahnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu dan bea cukai angkanya tinggi karena disumbang oleh cukai rokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, secara makro ekonomi per 7 Juli 2010, pertumbuhan ekonomi dicatat 5,8%, inflasi 5,05%, SBI 3 bulan 6,5%, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 9.193, harga minyak US$ 77,99 per barel, dan produksi minyak 0,929 barel per hari.
"Kalau untuk produksi minyak ini sudah melampaui target," katanya.
Anny menambahkan, dalam realisasi penyerapan belanja negara pada 7 Juli 2010, ada kenaikan 4% dari belanja negara sebelumnya. "Secara nominal Rp 415 triliun. Relatif agak kecil itu dari belanja modal," tambahnya.
Menurutnya, belanja modal seluruh Kementerian/Lembaga mencapai Rp 17,7 triliun atau setara 20%.
Beberapa K/L yang mencatatkan penyerapan terbaik antara lain, Polri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agama, dan Kementerian Diknas.
Menurut Anny, realisasi transfer daerah per 7 Juli 2010 mencapai 48,3%. Dari sekitar Rp 344 triliun yang dianggarkan, sudah mengalir Rp 166 triliun ke seluruh daerah ke seluruh pelosok nusantara.
(ang/dnl)










































