Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Beny Nahdian Furqan dalam acara seminar Memperkuat Bisnis Kelapa Sawit, Memperkokoh Masa Depan Bangsa oleh Sinar Harapan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
"Sampai saat ini luasan sawit 9 juta hektar, 6 juta hektar dari kawasan hutan, 3 juta dari kawasan area penggunaan lain. Sebanyak 65% milik 30 group besar dan 35% milik perkebunan rakyat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana perkebunan sawit dimonopoli oleh negara-negara luar, berapa besar persentase Malaysia, berapa negara lain. Kalau kita bicara nasionalisme," katanya.
Ia juga menambahkan saat ini sudah ada 18 juta hektar hutan yang sudah dilepaskan untuk lahan sawit, namun yang ditanam baru 6 juta artinya ada belasan juta yang ditelantarkan.
Menurutnya untuk menyelesaikan masalah persawitan di Tanah Air adalah menghentikan perusakan hutan melalui sawit termasuk menghentikan konversi hutan. Namun tetap memberikan keleluasan perluasan sawit tanpa menghentikan sawit.
"Yang kita hentikan adalah perusakan akibat pembangunan kebun sawit," jelasnya.
Adapun langkah 'kampanye hitam' yang dilakukan oleh LSM lingkungan selama ini karena diskusi dan masukan yang sudah diberikan tak didengarkan oleh pelaku sawit dalam mengelola lahan sawit.
"Kita hanya menyatakan fakta pada pembeli soal produk yang tak ramah lingkungan dan sosial," katanya.
(hen/dnl)











































