"Efektif 16 Juli 2010 pukul 00.01 WIB harga di SPBU Shell berubah mengikuti pelemahan MOPS," ujar Manager Media Relations, External Affairs and Communication PT Shell Indonesia, Fathia Syarif kepada detikFinance, Jumat (16/7/2010).
Untuk wilayah Jabodetabek, perusahaan migas tersebut menjual Super 92 Rp 6.200 per liter atau turun Rp 200 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang dipatok di harga Rp 6.400 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Shell yang berada di Jawa Timur. Untuk Super 92, Shell menjual dengan harga Rp 6500 per liter atau turun Rp 200 per liter. Produk BBM Shell yang berlabel Super Extra 95 juga mengalami penurunan harga sebesar Rp 200 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sementara Shell Diesel tidak mengalami kenaikan dan
tetap dibanderol dengan harga Rp 7.400 per liter.
Fathia menambahkan Shell juga mendukung langkah pemerintah untuk mengajak konsumen berpindah dari menggunaan BBM subsidi ke BBM non subsidi.
"Perbedaan harga Ron 92 dengan Ron 88 saat ini hanya berkisar Rp. 1.700 per liter," tambahnya.
Saat ini perusahaan migas asal Belanda yang sudah masuk dalam bisnis ritel BBM mulai November 2005 telah memiliki 43 SPBU yang operasional di berbagai wilayah di Jabodetabek dan Jawa Timur.
PT Pertamina (persero) sebelumnya juga menurunkan harga BBM non subsidinya, Pertamax cs dengan kisaran Rp 100-200.
(epi/qom)











































