Pemerintah berpendapat pemangkasan subsidi penting untuk mencapai tujuan pembangunan dan menciptakan gaya hidup yang lebih sehat.
"Pemerintah telah membuat keputusan yang sulit tapi berani," jelas pemerintah Malaysia dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemangkasan subsidi itu bernilai 750 juta ringgit atau sekitar US$ 234,4 juta untuk tahun 2010 saja. Malaysia masih akan menggelontorkan 7,82 miliar ringgit hingga akhir tahun nanti untuk subsidi BBM dan gula.
"Kebijakan ini juga merupakan wujud dari tanggung jawab fiskal kami. Kebijakan ini akan mendorong stabilitas finansial Malaysia, disamping juga melindungi masyarakat," demikian pernyataan pemerintah Malaysia.
Namun keputusan itu tampaknya akan memberikan reaksi politik yang serius bagi Perdana Menteri Najib Razak, serta memicu kenaikan harga barang-barang dan jasa lainnya.
Khoo Kay Peng, pengamat politik Malaysia mengatakan, kebijakan tersebut telah mengejutkan masyarakat.
"Cara kebijakan itu diumumkan telah membuat banyak orang tidak senang. Dan ini akan diterjemahkan kepada pilihan terhadap pemerintah. Ada sesuatu yang jelas salah dengan pemerintah. Kaum oposisi akan mengeksploitasi dan menyerang pemerintah untuk isu ini," ujarnya.
(qom/qom)











































