"Realisasi penjualan BBM bersubsidi ini berasal dari laporan BPH Migas dan belum diverifikasi," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya, Jumat (16/7/2010).
Ia mencatat, sepanjang Januari-Juni 2010, volume Premium yang terjual mencapai 11,075 juta kiloliter (KL) atau 51,67% dari kuota APBN-P 2010 yang dipatok di level 21,434 juta KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan, dari kuota 3,8 juta KL minyak tanah dalam APBN-P 2010, selama semester I Pertamina telah menyalurkan 1,26 juta KL atau 33,17%," jelasnya.
Melihat realisasi penjualan premium dan solar yang sudah melebihi kuota tersebut, lanjut Tubagus, maka pemerintah berniat untuk membatasi pemakaian solar dan premium mulai bulan September mendatang.
Pasalnya jika tidak dibatasi, BPH Migas memperkirakan konsumsi BBM akan melonjak ke level 40,1 juta KL pada tahun ini, dengan rincian premium 23,2 juta KL, minyak tanah 3,8 juta KL, dan minyak solar Rp 13,1 juta KL.
Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi premium pada tahun ini akan meningkat sekitar 9,34 % menjadi 23,3 juta KL dari realisasi penyaluran BBM pada tahun 2009 sebesar 21.218.838 KL. Sedangkan konsumsi solar akan naik sebesar 8,22 % dari 12.104.723 KL pada tahun 2009 menjadi 13,1 juta KL pada 2010.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah akan turun 17,28 % dari realisasi konsumsi minyak tanah pada tahun 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta pada tahun 2010.
(epi/qom)











































