"Malaysia telah membangun industri kelapa sawit di wilayah perbatasan (Kalimantan). Mereka mencari peluang bahan baku dari Indonesia," ujar Alex dalam acara diskusi pengelolaan industri di wilayah perbatasan di kantornya, Jumat (16/7/2010).
Alex menyayangkan mengenai kenyataan ini, Indonesia selalu terlambat dibandingkan dengan Malaysia terutama dalam hal pengembangan industri di kawasan perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenyataanya saat ini sosial ekonomi wilayah perbatasan Indonesia akhirnya masih bergantung dengan gerak ekonomi di negara tetangga. Misalnya orang perbatasan Nunukan Kalimantan Timur lebih memilih mencari kerja ke Malaysia.
"Kalau wilayah perbatasan dikembangan industrinya justru akan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Berdasarkan program aksi RPJMN 2010-2014 digariskan 11 prioritas pembangunan diantaranya mengembangkan daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik.
Pemerintah juga sudah menggarisbawahi dalam RPJMN bahwa industri yang dibangun di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan atau daerah lain yang dianggap perlu.
Seperti diketahui wilayah perbatasan Indonesia terbagi menjadi dua wilayah yaitu perbatasan darat yang meliputi kawasan perbatasan Kalimantan Barat, Perbatasan Papua dan Perbatasan Timor Leste.
Sementara kawasan perbatasan laut meliputi 92 pulau kecil terluar (dari 17.480) pulau di Indonesia) yang menentukan perbatasan dengan 10 negara tetangga Indonesia.
Perbatasan Wilayah Kalimantan Barat berbatasan dengan Malaysia meliputi Kabupaten Nunukan, Berau, Malinau, Kutai Barat, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang dan Sambas.
Perbatasan Papua dengan dengan New Guinea, meliputi kabupaten Kota Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang, Bovengigoel, Merauke dan Sarmi.
Perbatasan wilayah Maluku dan NTT berbatasan dengan Timor Leste yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara, Kupang, Belu, Alor dan Maluku Tenggara Barat.
Â
Â
(hen/dro)











































