Demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo dalam diskusi bertajuk 'Sembako Melejit, Rakyat Menjerit' di Warung Daun Cikini yang diadakan Radio Trijaya, Sabtu (17/6/2010).
"Sekitar bulan Agustus dan September, cabai yang ditanam sudah bisa dipanen, jadi diharapkan kondisi ini tidak akan berlangsung lama," ujar Gunaryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Cabai merah belakangan ramai dibicarakan karena sebagai penyumbang inflasi terbesar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2010 mencapai 0,97%.
Inflasi pada Juni tersebut paling besar didorong oleh komoditas cabai merah dengan kenaikan 45,7% selama Juni 2010.
Menurut Pengamat Ekonomi, Hendri Saparini, tingginya pengaruh harga cabai terhadap inflasi disebabkan tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap komoditas tersebut.
"Cabai merupakan komoditas yang sangat penting bagi masyarakat bawah yang bisa makan hanya dengan nasi berlauk sambal," jelasnya.
(epi/qom)











































