Pemerintah Masih Pusing dengan Lonjakan Harga Cabai

Pemerintah Masih Pusing dengan Lonjakan Harga Cabai

- detikFinance
Senin, 19 Jul 2010 11:24 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku masih dipusingkan oleh lonjakan harga cabai merah yang terjadi belakangan ini. Ketika harga bahan-bahan pokok saat ini normal, harga cabai terus masih cukup tinggi.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat ditemui di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (19/7/2010).

"Harga bahan-bahan pokok sebagian besar dalam keadaan tidak melonjak kecuali cabai. Kita akui cabai merah dan cabai keriting mengalami lonjakan harga itu kaitannya dengan pasokan yang terganggu karena musim," ujar Mari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari mengatakan, dirinya sudah turun ke lapangan dan mengecek perkembangan harga bahan-bahan kebutuhan pokok di pasar. "Saya sudah ke pasar induk Kramat Jati. Mereka mengantisipasi kira-kira Agustus-September biasanya panen di Jawa Barat. Diharapkan pasokannya kembali normal, harganya bisa stabil lagi," jelasnya.

Selain cabai, Mari mengatakan pemerintah juga terus memantau perkembangan harga harga bahan pangan lain, terutama beras yang bobotnya ke inflasi cukup besar.

"Kita sudah memberikan keluluasaan kepada bulog untuk segera melakukan operasi pasar bila ada kecenderungan harga naik, tidak usah menunggu instruksi dari Kementerian Perdagangan. Jadi bisa langsung melakukan operasi pasar sehingga kita bisa menyakini stabilnya harga beras," tuturnya.

Dikatakan Mari, Bulog saat ini memiliki stok yang cukup memadai seperti 500 ribu ton beras. Selain itu, Bulog juga memiliki stok cukup gula, minyak, goreng dan daging, sehingga harga bisa dikontrol dengan baik.

"Kita sudah melihat stok. Kita sudah melihat perkembangan harga kalau dari segi stok tidak ada kekhawatiran, cukup atau lebih dari cukup. Jadi puasa lebaran bahkan sampai akhir tahun," kata Mari.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads