Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia Chris Hardijaya mengatakan indikasi itu mesti diperhatikan pemerintah. Maklum saja, pasca kenaikan TDL para pelaku industri mikro bakery mau tidak mau harus melakukan efisiensi diantaranya dengan penggunaan bahan pengawet yang berlebihan.
"Efeknya penggunaan bahan pengawet akan tak terkontrol," kata Chris dalam acara rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk menekan kerugian, maka akan menambah zat pengawet," katanya.
Selama ini kata dia, harga roti segmen bawah dipasaran Rp 500-Rp 1000 per. Jika ada kenaikan maka untuk roti segmen ini akan menaikan harga hingga dua kali lipat.
Ia menambahkan bagi produk roti segmen keatas justru relatif aman karena berapa pun besaran kenaikan harga akan diserap. Sehingga secara langsung segmen roti kelas relatif lebih aman.
Selama ini dari total pelaku industri bakery yang ada sebanyak 70% pelakunya adalah industri mikro dan kecil, 25% kelas menengah dan 5% produk bakery kelas atas.
Seperti diketahui, sejumlah industri mengeluhkan kenaikan TDL yang ternyata jauh lebih tinggi dari kesepakatan antara pemerindah dan DPR. Pemerintah semula menjanjikan kenaikan TDl sekitar 6-15%, namun kenyataannya kenaikan mencapai 35-47%.
(hen/qom)











































