Dirut PLN Beberkan Penyebab Kenaikan TDL Industri Hingga 80%

Dirut PLN Beberkan Penyebab Kenaikan TDL Industri Hingga 80%

- detikFinance
Senin, 19 Jul 2010 14:08 WIB
Dirut PLN Beberkan Penyebab Kenaikan TDL Industri Hingga 80%
Jakarta - Direktur Utama PLN (Persero) Dahlan Iskan akhirnya membeberkan sejumlah penyebab tarif dasar listrik (TDL) industri membengkak hingga ada yang naik di atas 80%.

Mantan Bos Grup Jawa Pos ini menjelaskan, kenaikan TDL bagi kalangan industri membengkak karena pemerintah dan DPR memutuskan untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar 10 persen. Selain itu juga diputuskan pelanggan untuk golongan 450-900 volt ampere (VA) tidak mengalami kenaikan, padahal jumlah pelanggan golongan tersebut 32 juta pelanggan.

Dalam keputusan kenaikan tarif dasar listrik juga ditetapkan tarif dayamax dan multiguna dihapuskan. Padahal BUMN listrik itu mendapat tambahan pendapatan sebesar Rp 12 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, yang harus naik hanya 8 juta pelanggan, sementara dari jumlah pelanggan tersebut, ada juga 30 %  pelanggan golongan I-3 yang justru mengalami penurunan.

"Jadi pelanggan yang naik itu harus menanggung beban 32 juta pelanggan, di tambah kehilangan pendapatan PLN dari daya max dan multiguna Rp 12 triliun serta menanggung hilangnya pendapatan dari pelanggan yang TDL-nya turun," jelasnya dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/7/2010).

Dengan kondisi itu, Dahlan mengaku,  PLN memang merasa kesulitan untuk mendistribusikan kenaikan TDL tersebut agar rata-rata kenaikannya TDL sebesar 10%.

"PLN sendiri merasa kesulitan untuk mencari simulasi kenaikan yang pas. Teman-teman PLN hitung 7 hari 7 malam tidak ketemu. Kami mencoba lihat yang naik di atas 50 persen, ada 5 perusahaan di Jabar, tapi begitu kenaikan TDL diturunkan, maka yang kena kenaikan 30 persen banyak sekali," jelasnya.

Ia juga berpendapat apa yang diputuskan pemerintahdengan menetapkan kenaikan TDL industri maksimal 18 persen dan penurunan 18 persen.

"Ini jalan yang baik untuk menghilangkan yang aneh-aneh itu. Tarif multiguna dan dayamax itu aneh-aneh," tambahnya.

Seperti diketahui, sejumlah industri mengeluhkan kenaikan TDL yang ternyata jauh lebih tinggi dari kesepakatan antara pemerindah dan DPR. Pemerintah semula menjanjikan kenaikan TDl sekitar 6-15%, namun kenyataannya kenaikan mencapai 35-47% bahkan untuk UKM kenaikannya bisa mencapai 80%.


(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads